Sunday, November 25, 2018

9:30 PM
Silahkan klik tulisan atau gambar untuk lanjut membaca PPMA Minta Pemprov Papua Jelaskan Keberadaan Dana Abadi.

PPMA Minta Pemprov Papua Jelaskan Keberadaan Dana Abadi


PPMA Minta Pemprov Papua Jelaskan Keberadaan Dana Abadi

Posted: 25 Nov 2018 04:14 AM PST


JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua diminta untuk menjelaskan status dan keberadaan dana cadangan atau dana abadi sebagaimana amanat pasal 38 ayat 2 UU 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Papua.

Penegasan ini disampaikan Direktur Perkumpulan terbatas untuk Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Adat (Pt. PPMA) Papua, Naomi Marasian, di Kota Jayapura, pekan kemarin.

Menurut ia, hingga saat ini masyarakat Papua belum mendapat penjelasan mengenai dana cadangan yang diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) Dana Cadangan. Sebab beredar kabar bahwa dana itu telah digunakan oleh Pemprov Papua pada 2014 lalu, padahal mestinya digunakan setelah UU Otsus habis masa berlakunya di 2021 mendatang.

"Kita minta Pemprov Papua untuk jelaskan keberadaan dana cadangan. Sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya dimana keberadaannya. Apalagi UU Otsus ini tinggal empat tahun," terang dia di Jayapura, kemarin.

Ia katakan, bila belum mendapat penjelasan maka dalam waktu dekat pihaknya bersama sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Papua berkenan mempertanyakan langsung kepada Gubernur Lukas Enembe.

"Paling tidak bila memungkinkan kami akan bertemu satuan kerb perangkat daerah (SKPD) terkait. Sehingga paling tidak bisa mendapat penjelasan untuk selanjutnya kami teruskan kepada publik. Sebab dana Otsus ditujukan untuk pembangunan dalam empat bidang bagi orang asli Papua. untuk itulah kami pun ingin mengetahui keberadaannya," kata dia.

Senada disampaikan Koordinator TIKI Jaringan HAM Perempuan Papua Fien Yarangga. Dia berharap Pemprov Papua bisa menjelaskan jumlah dana cadangan yang disimpan dalam bank.

"Sebab sepengetahuan publik dana cadangan disimpan dalam rekening tersendiri yang dimulai pada 2006 dengan nilai sekitar Rp30-an miliar. Selanjutnya berkembang menjadi Rp100 miliar di tahun anggaran berikut sampai dengan 2014".

"Dimana ada berkembang informasi dana ini terpakai, sehingga kalaupun demikian mesti ada penjelasan ke publik dana itu dipakai untuk apa. Kemudian bila ada sisa berapa nilainya lalu diumumkan ke publik supaya semua pihak bisa mengetahui," ujarnya. (DiskominfoPapua)

Angka Kemiskinan di Papua Masih Tinggi, Lukas Enembe Terbitkan Program Baru

Posted: 25 Nov 2018 04:10 AM PST

Angka Kemiskinan di Papua Masih Tinggi, Lukas Enembe Terbitkan Program Baru
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe mengakui angka kemiskinan di bumi cenderawasih masih cukup tinggi. Kendati terjadi penurunan dari 31 menjadi 27 persen, dirinya berharap instansi terkait dapat bekerja keras untuk menurunkan kemiskinan di atas tanah ini.

"Makanya saya minta semua sektor harus ditingkatkan dan ini harus menjadi sebuah kerja keras dari kita semua. Sebab jangan berbangga hati karena kita menerima dana Otsus. Sebaliknya Otsus segera berakhir sehingga semua pihak diharapkan bisa membangun Papua ke arah yang lebih baik lagi," terang Lukas di Jayapura, dalam satu kesempatan, kemarin.

Lukas mengatakan, baru-baru ini Papua menerbitkan program baru, yakni Bangun Generasi dan Keluarga (Bangga) Papua Sejahtera. Hasilnya diharapkan mampu melahirkan generasi muda Papua yang lebih handal dan unggul dari generasi sebelumnya.

Program tersebut, sudah berjalan di Kabupaten Asmat, Paniai dan Lanny Jaya, yang mana semua anak umur 0 sampai dengan 4 tahun, dibiayai oleh pemerintah provinsi.

"Dengan demikian program ini diharapkan mampu menghasilkan orang asli Papua unggul yang kedepan mampu menjadi seorang pemimpin".

"Program ini dirancang untuk fokus terhadap generasi emas Papua, yang pada tahun akan datang bertujuan melahirkan penerus pembangunan yang jauh lebih baik dari generasi sebelumnya," terang dia.

Dia tambahkan, selain Bangga, pemerintah provinsi saat ini memiliki program Gerbangmas Hasrat Papua yang memiliki tujuan yang sama. Kedua program ini pun mendorong agar anak-anak Papua kedepan, memiliki prospek lebih unggul dimasa depan.

"Untuk itu, kita harapkan program ini bisa mendapat dukungan pemerintah kabupaten dan kota. Sebab kerja sama ini diyakini mampu menghasilkan generasi muda yang handal di masa depan," harap dia.

Diketahui, mekanisme program Bangga yang merupakan turunan dari Gerbangmas Hasrat Papua ini, Pemerintah Provinsi memberikan dana tunai kepada balita berumur empat tahun serta anggota keluarga berusia diatas 60 tahun.

Sementara untuk memaksimalkan program itu, Pemerintah Provinsi Papua menggandeng lembaga mitra dengan harapan agar kegiatan itu boleh berjalan sesuai dengan harapan.

"Yang pasti dari program Bangga Papua ini, kita ingin supaya generasi muda kedepan bisa lebih cerdas. Dengan demikian generasi muda Papua ini diharapkan bisa menjadi penerus pembangunan diatas negeri ini," ucap Kepala Bappeda Papua Muhammad Musa'ad. (DiskominfoPapua)

Lukas Enembe Tak Ingin SKPD di Papua Diisi ASN Bermental Korupsi

Posted: 25 Nov 2018 04:06 AM PST

Lukas Enembe Tak Ingin SKPD di Papua Diisi ASN Bermental KorupsiJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe memastikan tetap melaksanakan perampingan birokrasi untuk memaksimalkan penganggaran agar dapat berfokus pada pelaksanaan pembangunan, bukan pada kedinasan.

Dengan kebijakan ini, dia berharap kedepan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang baru dirampingkan, dapat diisi dengan pejabat maupun aparatur sipil negara (ASN) yang bersih dari tindakan maupun praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

"Saya akan tempatkan orang-orang di SKPD baru, yang bermental pengabdian bukan berpikir uang saja. Dengan harapan, kedepan sumber daya manusia Papua bermental baik, berjiwa membangun dan memiliki kasih antar sesama," terang Lukas di Jayapura, pekan lalu.

Menurut ia, kendati menuai kontroversi, pihaknya tetap merampingkan jumlah SKPD yang sebelumnya 52, menjadi 34 atau 35. Tujuannya lain agar, SKPD main kaya fungsi namun miskin struktur.

"Karena sudah tidak ada toleransi lagi (bagi ASN yang hanya pikir cari uang). Kalian sudah mendapat gaji oleh negara, tapi kenapa harus mencari tambahan lagi. Hentikan model-model seperti ini, cukupkan dirimu dengan gaji mu".

"Karena tahun depan kami targetkan hal seperti ini sudah tak ada lagi. Karena kedepan pula saya tidak akan lagi mempekerjakan aparatur sipil negara yang bekerja hanya untuk mencari keuntungan ketimbang membangun tanah Papua serta melayani masyarakat," seru dia.

Enembe menambahkan, di era kepemimpinan selama lima tahun ke depan, mesti ada perbaikan-perbaikan dan perubahan yang signifikan bagi masyarakat Papua.

Dirinya pun menyoroti persoalan dan carut marut yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. Dimana, meski data kesehatan terjadi penurunan, namun terjadi persoalan antara petugas kesehatan yang kerjanya suka berkelahi demi memperebutkan proyek.

"Sekali lagi yang seperti ini saya minta hentikan itu. Kalian kerja di tempat yang paling mulia bukan tempat cari uang. Rumah sakit daerah kita paling kacau di republik ini, paling rusak," kecamnya.

Kedepan dia memastikan pihak yang ditunjuk untuk memimpin RSUD Jayapura adalah orang yang tepat mau mengabdi untuk perbaikan kesehatan di Papua. (DiskominfoPapua)

Lukas Enembe Ajak Masyarakat Paniai Bersatu Dukung Meky Nawipa dan Oktovianus Gobay

Posted: 25 Nov 2018 04:00 AM PST

Lukas Enembe Ajak Masyarakat Paniai Bersatu Dukung Meky Nawipa dan Oktovianus Gobay
ENAROTALI, LELEMUKU.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Paniai agar bersatu dan melupakan perbedaan pilihan dalam proses Pilkada, untuk selanjutnya mendukung Meky Nawipa - Oktovianus Gobay sebagai pemimpin yang baru dilantik pada wilayah tersebut.

"Jangan ada lagi perpecahan antar kelompok masyarakat maupun pendukung pasangan calon saat pilkada. Jangan ada lagi kubu-kubuan. Sebab pemimpin baru sudah ada yang nantinya akan membawa kabupaten ini dalam pembangunan lima tahun mendatang," terang Lukas saat melantik Bupati dan Wakil Bupati Paniai periode 2018-2023 di Enarotali, pekan lalu.

Gubernur juga berpesan  agar bupati wakil bupati dapat menjaga kepercayaan rakyat selama memimpin lima tahun mendatang demi kemajuan Paniai yang lebih baik.

"Jangan jadi Bupati yang tidak disenangi semua orang. Itu bahaya karena bisa menimbulkan konflik di masyarakat. Harus pula rangkul semua lawan lawan politik saat pilkada kemarin. Sehingga semua pihak bisa sama-sama membangun daerah ini," ucap dia.

Lukas pada kesempatan itu mengingatkan bupati dan wakil bupati agar tak gemar meninggalkan tempat tugas serta menerbitkan perijinan yang bukan menjadi tupoksi maupun wewenangnya. Sehingga pelaksanaan pembangunan bisa berjalan sebagaimana mestinya serta para pejabatnya tidak tersangkut masalah hukum.

Sebelumnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe, Jumat (23/11), melantik pasangan Meky Nawipa - Oktovianus Gobay sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai periode 2018 - 2023.

Pelantikan yang berlangsung di Aula kantor Bupati Paniai, dihadiri Kapolda Papua, perwakilan Pangdam Cenderawasih dan sejumlah Bupati dari wilayah pegunungan diantaranya Bupati Puncak, Puncak Jaya, Yahukimo, Intan Jaya, Deyai, Pegunungan Bintang dan Biak Numfor.

Rencana pelantikan bupati dan wakil bupati Paniai pun sebelumnya beberapa kali mengalami penundaan dikarenakan alasan teknis.

Kendati demikian, Gubernur segera mendorong pelantikan untuk segera dilaksanakan mengingat SK pelantikan sudah turun dari Kementerian Dalam Negeri. (DiskominfoPapua)

Tournament Memperingati HUT Lemasa ke-22 Resmi Ditutup

Posted: 25 Nov 2018 03:34 AM PST

Tournament Memperingati HUT Lemasa ke-22 Resmi Ditutup
TIMIKA, LELEMUKU.COM - Tournament dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lemasa ke-22 resmi ditutup setelah digelar pertandingan final putra tim Volly Lelemuku menghadapi tim volly Kamorawe, dan tim volly putri yang mempertemukan Blackaro berhadapan dengan putri Mee, Minggu (24/11) di lapangan Eme Neme Yaware (ENY), Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Ketua panitia Tournament Volly HUT Lemasa Hendrik Wakum, SE mengatakan, pertandingan volly dalam rangka memperingati HUTLemasa ke-22 boleh berjalan sebagaimana tidak kalah pentingnya karena campur tangan Tuhan dan disertai dengan sportivitas yang ditunjukan oleh semua tim-tim yang terlibat baik pemain, oficial dan penonton dalam pertandingan, selain itu juga panitia mengucapkan terima kasih kepada PBVSI kabupaten Mimika sebagai organisasi yang menaungi Volly di Timika, sehingga bisa berjalan dan hari ini resmi ditutup.

"Tournament ini bisa berjalan atas campur tangan Tuhan dan berkat kerjasama semua tim," kata Hendrik, Minggu (25/11).

Ia menjelaskan, dalam tournament diselenggarakan selama 17 hari dan diikuti oleh sebanyak 46 yang terdiri dari 26 tim volly putra dan 20 tim volly putri.

"Selama 17 hari dan diikuti oleh 26 tim putra dan 20 tim putri ini suatu hal yang luar biasa," jelasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama mewakili Direktur Lemasa, Rimi Dolame dalam sambutannya mengatakan, tournament volly yang dilaksanakan oleh Lemasa dalam rangka memperingati HUT Lemasa ke-22 dengan tujuan untuk mempersatukan masyarakat melalui olahraga. Sebab kata dia, seluruh masyarakat mulai dari Sabang sampai Merauke yang ada di Timika merupakan masyarakat Amungsa.

"Kami yang ada disini adalah warga amungsa sehingga kedepan kami bisa mengenal satu dengan yang lain dan kami semua adalah warga Amungsa," kata Rimi.

Juara volly putri Blackaro meraih gelar juara setelah menundukan tim volly putri Mee, dan tim volly Mee-Pago pada tempat ketiga, sedangkan juara volly putra diraih tim volly Lelemuku yang mengkandaskan tim volly Kamorawe tiga set tanpa balas dengan demikian tim volly Kamorawe menempati posisi kedua dan STIKP Hermon menempati tempat ketiga, masing-masing tim mendapat uang pembinaan. (Ricky Lodar)

Tim Volly Lelemuku Raih Juara I Turnamen HUT Lemasa ke 22

Posted: 25 Nov 2018 03:48 AM PST

Tim Volly Lelemuku Raih Juara I Turnamen HUT Lemasa ke 22TIMIKA, LELEMUKU.COM - Tim bola volly, Lelemuku keluar sebagai juara setelah menundukkan tim volly Kamorawe 3-0 dalam tiga set pada partai final dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) ke-22. Pertandingan tersebut berlangsung di halaman Eme Nene Yaware  (ENY), Minggu (25/11).

Dari pantauan di lapangan pertandingan terlihat tim Lelemuku mendominasi permainan sejak awal pluit dibunyikan pada set pertama dimenangkan oleh tim volly lelemuku dengan skor 25-23 selisih dua point, memasuki set kedua tim Lelemuku masih mendominasi pertandingan dengan memenangkan pertandingan dengan skor 25-19 dengan selisih 6 point, dan set ketiga dimenangkan oleh tim volly lelemuku dengan skor 25-23.

Keluar sebagai juara I Volly Putra, Ketua Kerukunan Keluarga Tanimbar Kabupaten Mimika, Karel Watunwotuk  mengatakan, apa yang telah ditampilkan oleh tim volly Lelemuku merupakan pencapaian yang luar biasa dalam mengikuti tournament HUT Lemasa ke-22.

Sebab. Kata dia, selama ini kerukunan keluarga Tanimbar yang ada di Kabupaten Mimika jarang mengikuti berbagai event-event olahraga, sehingga dengan kegiatan olahraga volly ini sebagai moment untuk merangkul seluruh masyarakat Tanimbar di Kabupaten Mimika.

Ia mengakui tim volly Lelemuku telah lama ada, namun jarang mengikuti tournament lantaran tidak ada tournament yang bergulir di Kabupaten Mimika. Oleh sebab itu dirinya sangat berterima kasih kepada pihak Lemasa yang telah menyelenggarakan tournament tersebut sehingga bakat tidak hanya dari anak-anak Tanimbar saja tetapi dari anak-anak lain bisa disalurkan.

"Jadi intinya mereka main atas nama kerukunan dan dengan moment ini masyarakat tanimbar bisa dihimpun," kata Karel ketika ditemui usai pertandingan, Minggu (25/11).

Disisi lain, dengan adanya event-event seperti ini kerukunan keluarga besar tanimbar yang ada di Timika bisa terlibat dalam pembangunan olahraga di Kabupaten Mimika dan bisa menyumbangkan pemain untuk mewakili Timika.

"Tidak terlepas dari membangun Kabupaten Mimika ini melalui event-event olahraga salah satunya volly," ungkapnya.

Sebelum melaju ke partai final, tim Lelemuku berhasil menkandaskan beberapa tim seperti tim volly Amor, tim volly dari Kavaleri, dan terakhir tim volly dari Kamorawe, sedang satu tim dinyatakan Walk Out  (WO).

"Ada 4 tim, amor, Kavaleri, dan Kamorawe dan ada tim yang WO," terangnya. (Ricky Lodar).

Herry Naap Buka Lomba Tenis Meja Jelang Natal dari IKT Biak Numfor

Posted: 25 Nov 2018 02:02 AM PST

Herry Naap Buka Lomba Tenis Meja Jelang Natal dari IKT Biak Numfor
BIAK, LELEMUKU.COM - Pemerintah Daerah (Pemda) Biak Numfor, Provinsi Papua memberikan apresiasi bagi Ikatan Keluarga Toraja (IKT) di Biak yang terus bekerjasama mendukung pemerintah.

Hal ini disampaikan langsung Plt.Bupati Biak Numfor, Herry Naap saat membuka secara resmi rangkaian kegiatan jelang perayaan natal 2018 yang ditandai dengan pemukulan bola pertama tenis meja oleh Plt.Bupati, Herry Naap dengan Ketua DPRD Biak Numfor, Zeth Sandy, Minggu (4/11) di Tongkonan.

"Ucapan terimakasih juga bagi masyarakat Toraja yang telah mensukseskan pemilihan Bupati dan Wabup, selain itu saya dan keluarga bisa diterima sebagai bagian dari keluarga Toraja," kata Herry.

"Ada orang Toraja yang maju sebagai caleg, saya harapkan agar hak bersuara biarkan masing - masing bebas menyatakan pilihannya dan jangan sampai baku marah" tambah Naap.

Dalam kesempatan ini, panitia diberikan bantuan dari Herry Naap sebagai dukungan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan, baik olahraga dan seni sebagai bagian dari pembinaan kekeluargaan guna membina hubungan persekutuan dalam melakukan berbagai pelayanan dan kegiatan sosial lainnya.

"Memang belum ada atlit-atlit dari Toraja yang tampil, namun disadarai bahwa tujuan diadakan perlombaan untuk memupuk rasa persaudaraan atau kekeluargaan, namun kenyataan menuai permusuhan karena aturan dalam pertandingan belum dipahami dengan baik", ujar Ketua IKT Biak Numfor, Yohanes Sallo.

Ia mengajak seluruh pembina IKT, hamba - hamba Tuhan yang hadir, ketua - ketua wilayah dan pengurus untuk bekerja sama dalam pelayanan mengingat ibadah ini merupakan ibadah terakhir mengakhiri tahun pelayanan di 2018.

"Saya himbau kepada penyelenggara pertandingan dan ketua - ketua wilayah, agar aturan dipegang teguh dalam semua kegiatan yang dilakukan, di antaranya volly dan tenis meja, dan harus diakui, panitia belum siap dengan baik karena belum ada kerjasama dengan baik sehingga butuh sehati untuk melakukan semua ini, minta Sallo.

Dilakukan juga penyerahan kembali piala bergilir dari Ketua Wilayah Nazareth kepada Ketua IKT untuk diperebutkan, membuat semua masyarakat yang hadir bersorak kegirangan, di mana masing-masing wilayah menyuarakan harapan agar wilayahnya yang akan tampil sebagai pemenang untuk merebut piala bergilir tersebut, ini bukti optimis dengan tetap menjunjung sportifitas, sebagaimana gumulan bersama yang dibawakan dalam ibadah yang dipimpin Pdt. Ricardo Sitorus sebelumnya. (HumasBiakNumfor)

Satgas TMMD Kodim Merauke Ajak Warga Bifo Praktek Bercocok Tanam

Posted: 25 Nov 2018 02:00 AM PST

Satgas TMMD Kodim Merauke Ajak Warga Bifo Praktek Bercocok Tanam
KEPI, LELEMUKU.COM - Bertempat di kebun pekarangan rumah Pilipus Tagi anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-103 Kodim 1707/Merauke bersama masyarakat Kampung Bifo, Distrik Passue Bawah, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua yang dipimpin oleh Serda Marthen R. melaksanakan praktek langsung tentang tata cara bercocok tanam sayuran pada Minggu (11/11).

Pada kegiatan tersebut Serda Marthen R. menegaskan bahwa sebelum melakukan praktek langsung dilapangan tentang tata cara bercocok tanam, para warga Kampung Bifo telah mendapat pengetahuan tata cara bercocok tanam dari Danki Satgas TMMD Ke-103 Kodim 1707/Merauke Kapten Inf Herman Purba.

"Setelah para warga Kampung Bifo mendapat pengetahuan yang cukup kini saatnya kita ajak untuk melakukan praktek langsung tentang tata cara bercocok tanam sayuran seperti tomat, cabai dan terong dengan baik," ungkap Marthen.

"Dengan adanya pengetahuan tata cara bercocok tanam sayuran dan praktek langsung dilapangan diharapkan kedepannya mereka bisa melakukannya sendiri dan bahkan bisa mengembangkan pengetahuannya yang didapat," imbuhnya.

Sedangkan dalam pelaksanaan praktek langsung yang kita lakukan ini sedikitnya dihadiri 65 warga Kampung Bifo termasuk Kepala Kampung Bifo Bapak Benidiktus Tagi dan anak-anak Kampung Bifo.

"Antusias warga tersebut menunjukkan bahwa mereka betul-betul ingin memiliki pengetahuan tentang bagaimana tata cara bercocok tanam yang baik," kata dia.

Selanjutnya  Benediktus Tagi mengucapkan Terima kasih banyak kepada Satgas TMMD Ke-103 Kodim 1707/Merauke yang mana keberadaannya mereka di sini selain melaksanakan pembangunan juga memberikan pengetahuan kepada warga Bifo.

"Kita diberitahu tentang bagaimana tata cara bercocok tanam sayuran dengan baik seperti yang dilakukannya saat ini," kata Benediktus Tagi. (Pendam17)

Progress Pembangunan GOR Futsal Capai 74 Persen

Posted: 25 Nov 2018 01:57 AM PST


TIMIKA, LELEMUKU.COM - Site manager PT Sumber Rezeki Pramesti Denny Musani mengatakan, progres pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Futsal di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang berstandar internasional sebagai salah satu venue yang akan digunakan untuk mempertandingan olahraga futsal sudah mencapai 74%.

GOR futsal yang dibangun berdasarkan program dari Dinas pemuda dan Olahraga Provinsi Papua berdiri diatas tanah seluas 30 ribu meter persegi dengan luas gor sebesar 71 meter kali 58 meter bisa menampung kapasitas 2 ribu hingga 2,5 ribu penonton. Ditargetkan dalam dua minggu kedepan pihaknya tengah memfokuskan pada pemasangan kerangka atap GOR.

"Untuk progress pembangunan sudah 74%, dalam satu dua minggu ini kita akan pasang kerangka atap," kata Denny ketika ditemui di lokasi pembangunan, Jumat (23/11).

Fasilitas yang terdapat dalam gor tersebut seperti, lapangan futsal sintetis dengan luas 22 meter kali 42 meter, dan dilengkapi dengan ruang medis, ruang doping, 4 ruang ganti pemain, lapangan pemanasan yang berada dibelakang gor yang seluas 40 meter kali 50 meter dan juga dilengkapi dengan mushola, serta dibangun jalan untuk penyandang cacat, media centre, dan broadcasting.

"Ada beberapa fasilitas ruang medis, ruang ganti, mushola dan lapangan untuk pemanasan pemain," terangnya.

Ia menjelaskan, waktu pembangunan gor futsal ditargetkan rampung pada April 2019 mendatang, namun dalam pembangunannya terlambat 5 bulan dalam waktu yang direncanakan. Hal tersebut dinilainya  sangat berpengaruh pada penyelesaian pembangunan gor futsal. Sebab waktu pembangunan yang seharusnya dimulai dari desember 2017 lalu diundur hingga bulan Mei 2018 lantaran masalah tanah, sehingga dirinya meminta penambahan waktu yang tersisa.

Namun dirinya optimis pembangunan gor futsal bisa rampung pada waktunya, sebab dalam kunjungan tim dari Jayapura yang menilai progres pembangunan gor futsal terbilang cepat dibandingkan dengan beberapa daerah lain yang akan menjadi tuan rumah PON XX.

"Kita terlambat bangun karena masalah lahan, tapi kami dan Jayapura termasuk cepat dibandingkan dengan daerah lain," ungkapnya.

Sementara itu ditanya terkait anggaran. Kata dia, dirinya tidak mengetahui persis berapa besar anggaran yang di gelontorkan untuk pembangunan gor tersebut, sebab sebagai pimpinan proyek hanya mengurus bagaimana pembangunan bisa cepat selesai tanpa mengesampingkan kualitas.

"Kalau untuk anggaran saya tidak tahu, sebaiknya tanyakan ke PPK yang menangani ini," katanya.

Ia menambahkan, gor yang dibangun tidak hanya untuk futsal, namun bisa digunakan untuk beberapa cabor in door seperti bulu tangkis, bola basket, bola volly, dan sepak takraw.

"Kalau jadi, GOR ini bisa dipakai untuk event 4 cabor," tambahnya. (Ricky Lodar).

Herry Naap Soroti Pimpinan OPD di Biak Numfor yang Kerja Sendiri

Posted: 25 Nov 2018 01:51 AM PST

Herry Naap Soroti Pimpinan OPD di Biak Numfor yang Kerja Sendiri
BIAK, LELEMUKU.COM - Plt Bupati Biak Numfor, Herry Naap pimpin langsung apel gabungan bagi seluruh ASN di Lingkup Biak Numfor, bertempat di Halaman Kantor Bupati, Senin (5/11/) dengan petugas apel dari Dinas Kesehatan.

"Bukti selama ini saya dan beberapa OPD melakukan koordinasi dan audience dengan beberapa kementerian maka sumber dana DAU dan DAK tahun 2019 akan bertambah" ujar Plt. Bupati.

Khusus bagi kepala - kepala OPD, dapat bekerja lebih profesional, ada sekretaris, ada kabid dan kasubid sehingga jangan bekerja sendiri, dan bagi sekretaris, kabid, kasubid yang tidak bekerja tapi protes juga akan diganti, ujar Herry Naap dengan nada keras.

"Saya Plt. Bupati juga tidak bisa bekerja tanpa saudara-saudara, sehingga saya berharap mari kita sama - sama sehati membangun Biak, dan bagi pejabat eselon yang mau konspirasi politik hendaknya stop", tandas Herry.

Di akhir arahannya, Naap minta BPKAD untuk bayarkan ULP, tapi disesuaikan dengan absen kehadiran yang riil.

Lebih lanjut dikatakannya, sidang APBD 2019 paling lambat 1 desember 2018, dan agenda minggu depan diharapkan konsultan mendampingi penyusunan APBD, dan dalam hal ini akan dibuat MOU dengan KPK.

Pemerintah Daerah juga sampaikan terimakasih bagi Bank Danamon, atas CSR yang diserahkan langsung sehingga ini sebagai kepedulian dalam mendukung Adipura yang harus dipertahankan juga dukungan Biak untuk PON 2020 mendatang. (HumasBiakNumfor)

Pemda Biak Numfor Gelar Family Fun Walk HUT Korpri ke 47

Posted: 25 Nov 2018 01:25 AM PST

Pemda Biak Numfor Gelar Family Fun Walk HUT Korpri ke 47
BIAK, LELEMUKU.COM - Jelang hari ulang tahun (HUT) Korpri ke-47 tahun 2018, Pemerintah Daera (Pemda) Biak Numfor, Provinsi Papua lakukan beberapa kegiatan di antaranya, Family Fun Walk, jalan sehat dan senam bersama Keluarga Korpri yang seyogyanya dilakukan sejak jam 07.00 WIT pagi tadi dengan start dari Lapangan Cenderawasih namun karena derasnya hujan maka dialihkan ke Halaman Kantor Bupati.

Asisten III, Andarias F. Lameky yang sekaligus sebagai Plh. Sekda menyampaikan rasa bangga atas semangat dan partisipasi keluarga Korpri terutama instansi vertikal yang hadir dan terlibat langsung.

"Terimakasih saya ucapkan bagi seluruh ASN dan instansi vertikal yang hadir saat ini, semoga kita semua diberikan kekuatan untuk tingkatkan semangat kerja kita semua" ujar Lameky.

Sekitar 500 lebih orang yang hadir dalam Family Fun Walk (FFW), di antaranya Asisten II, pimpinan OPD, juga pimpinan instansi vertikal dibuat keringat dengan senam sehat bersama oleh Sanggar Senam Sonya (S3) ditambah dengan banjirnya doorprize yang berhasil dibawah pulang peserta FFW.

Runut giat lanjutan akan berlangsung pada Senin, 26 November 2018 berupa donor darah yang bertempat di Sasana Krida, dan Kamis, 29 November 2018, puncak peringatan HUT Korpri yakni upacara yang dilakukan di Lapangan Upacara Kantor Bupati, serta dilanjutkan dengan ziarah ke TMP. Tema peringatan HUT Korpri kali ini yaitu, "Korpri : Melayani, Bekerja dan Menyatukan Bangsa"

Peringatan HUT ke-47 KORPRI saat ini mengambil filosofi bambu yang akarnya menjadi perekat tanah merupakan symbol memperokokoh dan mempersatukan bangsa. Bambu yang subur di Indonesia tumbuh secara berumpun merupakan simbol solidaritas dan kebersamaan. (HumasBiakNumfor)

Andarias Lameky Buka Rakor dan Diklat SAR Biak Numfor 2018

Posted: 25 Nov 2018 01:22 AM PST

Andarias Lameky Buka Rakor dan Diklat SAR Biak Numfor 2018
BIAK, LELEMUKU.COM - Sebanyak 70 orang peserta yang tergabung dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dari potensi pencarian dan pertolongan, serta diklat SAR Planning angkatan XXV tahun 2018 dibuka oleh Asisten III, Andarias F. Lameky mewakili Plt. Bupati Biak Numfor, Kamis (22/11) di Asana Hotel Biak ditandai dengan penabuhan tifa serta penyematan tanda peserta, yang disaksikan pejabat TNI-Pol, GM. Angkasa Pura I, hingga 3 Kakansar, baik dari Biak, Jayapura dan Merauke.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III, Lameky menegaskan, 3 kunci dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan yaitu, Pemerintah harus hadir, bekerja secara all out, dan bekerja dengan hati, sehingga menjelang hari besar keagamaan di antaranya natal maka SAR diminta tetap siaga, solid serta penuh semangat.

Sebelumnya dalam laporan ketua panitia yang adalah kasubag umum, Susanto menjelaskan bahwa, Rakor berlangsung selama 2 hari, terhitung 22-23 November 2018 di Asana Hotel, sedangkan Diklat SAR Planning berlangsung selama 17 hari terhitung 22 November hingga 8 Desember 2018 yang dipusatkan di Gedung Diklat RRI Biak dengan 5 narasumber dari Kantor Pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan serta dari Satuan TNI-Pol.

Terkait tuntutan di atas, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Biak, Melkianus Kotta saat diwawancarai menyatakan dirinya sudah siap karena ini rutin tiap tahunnya yang dibantu dengan personil pada pos Serui, Nabire, baik itu berupa SDM juga fasilitas.

Saat ditanya tentang Rakor, Melkianus menyampaikan bahwa, kerjasama pihaknya dengan potensi akan berupaya semaksimal mungkin melalui rakor dan diklat agar mendapat satu persepsi sehingga jika ada kejadian di wilayah kerja Biak dapat dilakukan tindakan bantuan dan penanganan.

Ditambahkan Kotta, dalam waktu dekat akan dibuka pos Supiori yang diharapkan dapat beroperasi pada Desember ini dengan 6 personil yang akan ditempatkan disertai peralatan pendukungnya, hal ini dikarenakan akses Biak ke Supiori. Dengan bertambahnya pos Supiori maka wilayah kerja Biak meliputi, Biak, Supiori, Waropen, Yapen, Enarotali, Nabire, dan Paniai. (HumasBiakNumfor)

BKKBN dan DPR RI Sosialisasi di Inswambesi Sup dan Bosnabraidi

Posted: 25 Nov 2018 01:17 AM PST

BKKBN dan DPR RI Sosialisasi di Inswambesi Sup dan Bosnabraidi
BIAK, LELEMUKU.COM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Komisi IX DPR RI untuk turut mensosialisasikan Kependudukan Keluarga Berencana Pembangun Keluarga (KKBPK) seluruh Indonesia di Kampung Inswambesi Sup dan Bosnabraidi, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua

"Program ini bersifat tetap ini seharusnya dilaksanakan awal tahun 2018 namun terbentur dengan realisasi anggaran maka baru dilakukan," ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar saat ditemui.

Sejalan dengan hal tersebut, anggota komisi IX DPR RI, Roberth Rouw yang dapil di Papua bersama ikut membantu kami menyampaikan kepada masyarakat pentingnya perencanaan dalam keluarga sehingga kelak kita punya generasi emas Papua, tambah Charles.

Asisten I, Friets G. Senandi, yang hadir mewakili Plt. Bupati Biak Numfor menjelaskan bahwa, membangun manusianya lebih penting, sehingga bamuskam harus sejalan dengan kepala kampung dan sebaliknya, dan yang paling panting yaitu kampung KB menjadi pintu masuk untuk program lain.

Anggota Komisi IX DPR RI, Robert Rouw dalam tatap mukanya dengan masyarakat mengungkapkan, tanggung jawab harus dijalankan sesuai dengan amanat undang-undang, masyarakat tidak lagi pilih partai keluar orang tapi masyarakat pilih orang keluar orang maka yang dipilih harus bermanfaat, karena bagaimana yang bersangkutan mau membangun daerah kalau ia tidak ke daerah tersebut, oleh sebab itu saya dan mitra ke kampung-kampung.

Kepala Kampung Bosnabraidi, Yonas Rumbrawer dengan rasa syukur saat menerima 1 unit laptop dan printer untuk membantu pekerjaan dengan lantang menyampaikan, kalau program disambut baik maka pasti peroleh kesejahteraan.

"Saya dulu tidak suka dengan Keluarga Berencana (KB) tapi setelah saya pahami tujuannya akhirnya saya sangat mendukung", ujar Yonas.

Sebelumnya sosialisasi dan tatap muka dengan bahasan yang sama dilaksanakan di Kampung Inswambesi Sup, yang mendapat pencerahan dari Komari, Direktur Bina Jalur Pemerintah BKKBN RI, Kepala DP3AKB Biak, Evi Lusia Fakdawer, Kepala Distrik Warsa, dan Kepala Distrik Yawosi bersama komponen masyarakat setempat yang sangat menikmati materi yang diberikan sekalipun hujan deras menghiasi acara ini. (HumasBiakNumfor)

Moeldoko dan Erik Sarkol Bahas Pengembangan Seni dan Budaya Asmat

Posted: 25 Nov 2018 12:37 AM PST

Moeldoko dan Erik Sarkol Bahas Pengembangan Seni dan Budaya AsmatJAKARTA, LELEMUKU.COM - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko dengan Erik Sarkol, kurator utama Museum Pengembangan Budaya Asmat di Kota Agats melakukan pertemuan di Kantor Staf Presiden, Rabu (23/11).

Pertemuan itu didampingi Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani.

Kepala Staf Kepresidenan menerima beberapa hasil seni suku Asmat. Salah satunya Ukiran Kayu berbentuk Garuda yang menyimbolkan persatuan bangsa Indonesia.

Sebagai informasi, baru-baru ini digelar pameran seni budaya Asmat di Bentara Budaya Jakarta. Ada dua tokoh di balik sukses acara ini yaitu Istiarto- kini dosen di sebuah perguruan tinggi di Jawa Tengah dan- dan Erik Sarkol yang menjadi saksi penting dari kisah almarhum Mgr. Alphonsus A. Sowada OSC memperkenalkan budaya tinggi suku Asmat ke dunia luar dan masyarakat internasional.


Harapannya jika seni ukir bernilai tinggi hasil karya Asmat ini sampai dikenal luas, tentu saja ada orang-orang 'penting' yang mengukur sejarah hingga kemudian Asmat bisa lebih dikenal di dunia luar. (KSP)

Pembagian Saham 51 Persen Freeport, Pemilik Ulayat Tembagapura Dapat 4 Persen

Posted: 24 Nov 2018 11:35 PM PST

 Pembagian Saham 51 Persen Freeport Indonesia, Pemilik Ulayat Tembagapura Dapat 4 Persen
TIMIKA, LELEMUKU. COM - Organisasi pemilik hak ulayat areal Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang menjadi wilayah operasi perusahaan tambang tembaga dan mineral PT. Freeport Indonesia (PTFI), Forum Pemilik Hak Sulung (PHS) Tsinga, Waa/Banti, Aroanop (Tsingwarop) mendapat bagian 4% saham dari 10% saham  yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua setelah ada pertemuan antara PHS dan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua.

Ketua F-PHS Tsigwarop, Yapet Manga Beanal kepada wartawan mengatakan, pemberian 4% saham dari 10% saham untuk Pemprov Papua berdasarkan Undang-undang yang mengatur tentang hak ulayat, setelah adanya upaya memperjuangkan kepemilikan tanah ulayat oleh Forum PHS kelada Pemerintah Indonesia melalui pihak Kementrian ESDM, Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia dan Pemprov Papua.

"Kita punya dasar hukum dan diikat dengan UU. Dimana perjuangan PHS mulai dari pusat sampai ke provinsi sudah diputuskan oleh gubernur melalui Dinas ESDM dengan mengundang tim PHS dan menyampaikan secara lisan hasil pertemuan di jakarta tentang pembagian saham 51% didalamnya 10% untuk Papua dan didalam 10% itu 4% untuk masyarakat pemilik hak ulayat," kata Yapet Beanal kepada wartawan dikediamannya di Jalan Baru, Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua pada Sabtu (24/11).

Menurutnya, tidak hanya F-PHS Tsingwarop yang memperjuangkan hak-hak masyarakat tetapi ada beberapa lembaga adat yang memperjuangkan hal tersebut, namun dari beberapa lembaga, pihak pemerintah memilih F-PHS selaku pemilik hak sulung.

Ia juga meminta setelah adanya pembagian saham untuk masyarakat pemilik hak ulayat, maka dirinya meminta semua lembaga adat agar bersama-sama menyatukan pandangan untuk mengawal 4% saham tersebut.

"Ada beberapa lembaga adat yang mengajukan masalah ini cuma kami PHS yang memiliki legalitas hukum sehingga mereka kasih 4 persen ke noken kami, tapi saya mau sampaikan agar lembaga -lembaga yang lain di Timika bisa satukan barisan untuk kita sama-sama kawal 4 persen itu," terangnya.

Sementara itu terkait 4 point yang menjadi tuntutan Forum PHS. Yapet menjelaskan, point yang menjadi tuntutan forum PHS seperti negosiasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan pihak Freeport tahun 2021 harus melibatkan masyarakat adat, dan juga harus dituangkan didalam UU terkait status kepemilikan tanah 3 desa di areal pertambangan PTFI setelah adanya pengakuan dari Pemerintah Pusat, diluar pemberian saham 4% untuk masyarakat pemilik hak ulayat dari 10% saham yang diberikan Pemerintah Indonesia untuk Pemprov Papua, Pemerintah Indonesia dan PTFI harus memberikan masing-masing 5% kepada masyarakat pemilik hak ulayat, adanya satu divisi pada Kementrian ESDM dan untuk mengawasi operasional tambang perusahaan tersebut.

"Empat point itu yang pertama kita harus dilibatkan dalam negosiasi, yang kedua kita pemilik hak ulayat harus dimasuk dalam uu setelah sudah diakui siapa pemilik hak ulayat, ketiga pemerintah dan freeport wajib memberikan 5 persen - 5 persen atau 10 persen untuk masyarakat pemilik hak ulayat secara gratis dan jaminan adalah emas yang mereka ambil yang keempat adanya satu divisi di kementrian ESDM untuk mengawasi pertambangan freeport dan hasil yang dijual itu berapa banyak," jelasnya.

Menanggapi pemberian 4% saham untuk masyarakat pemilik hak ulayat. Kepala Suku Tsinga David Manga Beanal mengatakan, dirinya mewakili masyarakat Tsinga Waa/Banti, Aroanop sangat berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah mengakui masyarakat 3 desa sebagai pemilik hak ulayat, setelah 51 tahun Freeport beroperasi namum masyarakat 3 desa tidak pernah diakui sebagai pemilik hak ulayat.

"Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Jokowi yang mana masyarakat 3 desa yang punya hak ulayat di tembagapura itu kami tunggu selama 51 tahun tapi tidak pernah mereka nikmati dari presiden pertama sampai sekarang baru kami diberikan 4% saham," kata David. (Ricky Lodar)

Polres Keerom Musnahkan 3.911 Gram Ganja Sitaan Satgas Pamtas

Posted: 24 Nov 2018 11:22 PM PST

Polres Keerom Musnahkan 3.911 Gram Ganja Sitaan Satgas PamtasARSO, LELEMUKU.COM - Polres Keerom melakukan pemusnahan Barang Bukti  (BB) Jenis Ganja seberat 3.911 Gram hasil razia Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) yang berlangsung di halaman Mapolres Keerom, Jln. Bhayangkara, Kampung Asyaman, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Sabtu (24/11).

Hadir dalam pemusnahan tersebut, Waka Polres Keerom Kompol Ridwan, SH. MH didampingi Kabag Ops Polres Keerom AKP Hardi, SH. MH, dan Kasat Narkoba Polres Keerom Iptu Sumadiono serta beberapa perwira melakukan Pemusnahan.

BB seberat 3.911 gram yang dimusnahkan disita fari dari 5 tersangka berbeda, tersangka (CB) dan (AY) diamankan sebanyak 3 bungkus ukuran besar, 1 bungkus ukuran sedang dan 1 bungkus ukuran kecil, dengan berat keseluruhan 189,3 gram, sedangkan tersangka (SD) diamankan sebanyak 6 bungkus ukuran besar, 2 bungkus ukuran sedang dan 13 bungkus ukuran kecil, dengan berat keseluruhan  625,1 gram.

Sementara barang bukti yang diamankan dari (SK) dan (EY) sebanyak 1 bungkus ukuran besar, 1 bungkus plastik bertuliskan trukai, 1 bungkus bertuliskan star rice dan 1 bungkus kemasan rokok surya berisi ganja, dengan berat keseluruhan 3097 gram.

Kabid Humas Polda Papua Komnas Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, saat ini penyidik Polres Keerom masih melakukan penyidikan dan melengkapi berkas perkara dan ditargetkan minggu depan berkas perkara dan barang bukti sudah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri.

"Saat ini pihak penyidik Sat Reserse Narkoba Polres Keerom masih melakukan penyidikan terhadap 5 tersangka dan rencana minggu depan berkas perkara ke 5 tersangka bersama BB akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jayapura," kata Kamal.

Ia menambahkan, ke 5 tersangka di kenakan pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 Tahun dan paling lama 12 Tahun.

"Ke 5 tersangka dijerat dengan Pasal 111 tentang Narkotika," tambahnya. (Ricky Lodar)

Polisi Amankan 27 Pemuda Pelaku Pengrusakan Mobil Kabag Ops Merauke

Posted: 24 Nov 2018 11:17 PM PST

Polisi Amankan 27 Pemuda Pelaku Pengrusakan Mobil Kabag Ops Merauke
MERAUKE, LELEMUKU.COM - Kepolisian Resor (Polres) Merauke, Provinsi Papua mengamankan sebanyak 27 pemuda yang merupakan pelaku pengerusakan kendaraan dinas milik Kabag Ops Polres Merauke dan juga penyerangan terhadap anggota Polres Merauke saat hendak mendatangi tempat kejadian keributan antar warga di Jl. Maluku Kompleks Belakang RSUD Merauke.

Dari siaran Pers yang diterima oleh media Lelemuku.com menjelaskan kejadian bermula dari keterangan ketua RT di Kelurahan Karang Indah Emanuel Jebo bahwa adanya seorang warga yang tidak dikenal mengendarai motor dengan membawa kampak. Melihat hal tersebut muncul reaksi masyarakat yang berada di sekitar belakang rumah sakit langsung menyerang orang tersebut, karena menganggap orang tersebut merupakan pelaku penculikan anak, dan pengendara tersebut berhasil melarikan diri.

Mendengar kejadian tersebut Kabag OPS Polres Merauke AKP Leonardo Yoga, SIK, bersama anggota yang berjumlah 8 orang, mendatangi tempat kejadian di belakang rumah sakit. Setibanya di tempat kejadian Kabag Ops langsung menemui warga guna menanyakan permasalahan penyerangan tersebut di atas.

Namun saat Kabag Ops melakukan dialog dengan warga, tiba-tiba datang massa kurang lebih 40 orang yang membawa sajam berupa kampak, parang, besi, balok, panah dan sebagainya dalam kondisi dipengaruhi  miras di provokasi oleh masyarakat lain dengan mengatakan, "Kamu polisi sudah kerjasSama dengan penculik tadi", serta menyuruh pihak Kepolisian untuk mundur atau kembali.

Menyikapi situasi tersebut Kabag Ops berusaha untuk menenangkan massa namun tidak berhasil, selanjutnya Kabag Ops bersama anggota mundur, akan tetapi massa sudah tidak bisa dikendalikan kemudian  menyerang petugas dan kendaraan dinas Kabag Ops Polres Merauke secara brutal, yang mengakibatkan mobil rusak. Tidak sampai disitu sebanyak 3 orang anggota Polres terluka.

Selanjutnya Kabag Ops Polres Merauke meminta bantuan ke Mapolres Merauke tetapi massa tetap melakukan penyerangan dengan cara melempar batu, katapel dan mengkampak mobil kearah petugas secara membabi buta, selanjutnya anggota melakukan tembakan peringatan ke atas namun masa tetap menyerang aparat.

Tak lama kemudian anggota Polres Merauke yang merespon ke TKP berhasil membubarkan massa dan mengamankan puluhan pemuda untuk dibawa ke Mapolres.

Akibat kejadian tersebut mobil dinas Kabag Ops rusak dengan kaca depan picah, kap depan penyok, bodi kena kampak dan lemparan batu sedangkan 5 anggota Polres mengalami luka-luka. Diantaranya, Kabag OpsAKP Leonardus yang mengalami luka gores di pipi sebelah kanan, Bripda Ansar yang mengalami  luka gores di pergelangan tangan kanan, Bripda Toni Givaru luka robek di kepala, Bripda Matias Nauce luka memar pada rusuk kanan, Bripda Erik Rivaldo W (bengkak di pergelangan tangan.
Sedangkan 2 warga terkena luka, diantaranya, Melkiar Jebo (20) yang mengalami luka pada dibagian dada kiri, Bade Basius (20) yang mengalami luka pada kepala 3 jahitan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal membenarkan kejadian tersebut, sebanyak 27 warga diamankan karena melakukan pengrusakan dan penyerangan terhadap kendaran dinas Kabag Ops.

"27 orang diamankan, karena melakukan pengrusakan dan penyerangan," kata Kamal.

Kasus pengrusakan dan penyerangan tersebut kini telah ditangani oleh Polres Merauke untuk proses hukum lebih lanjut.

"Sementara kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Merauke guna proses hukum selanjutnya," jelasnya. (Ricky Lodar)

Keracunan Makanan di SD Inpres Atsj, 79 Orang Dirawat Inap

Posted: 24 Nov 2018 11:06 PM PST

Keracunan Makanan di SD Inpres Atsj, 79 Orang Dirawat Inap
AGATS, LELEMUKU.COM – Terjadi kasus keracunan makanan massal di SD Inpres Atsj, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Hal ini terjadi setelah mengkonsumsi makanan yang disediakan oleh Panitia Sosialisasi Bangga Papua dari Sekda Kabupaten Asmat pada Sabtu (24/11).

Acara sosialisasi Bangga Papua yang dilaksanakan oleh Sekda kabupaten Asmat dibuka oleh Sekda Papua Bartolemeus Bokoropches. Sosialisasi telah dilaksanakan hiungga selesai dan dilanjutkan dengan pembagian makanan berupa nasi bungkus yang kemudian dilanjutkan dengan makan bersama oleh peserta sosialisasi hingga peserta sosialsisai kembali kerumah masing-masing.

Menjelang waktu maghrib Puskesmas Atsj mulai menangani keluhan dan laporan dari warga masyarakat yang mengeluhkan muntah-muntah dan buang air. Setelah dilaksanakan pengecekan, pasien-pasien tersebut merupakan para peserta sosialisasi Bangga Papua. Selanjutnya Para korban diberikan cairan dan obat untuk mengatasi keracunan.

Korban yang sudah di rawat di Puskesmas Atsj sudah mencapai 79 orang yang terdiri dari Dewasa sebanyal 24 orang dan anak-anak sebanyak 55 orang. Atas kejadian tersebut Dokter dan Perawat tambahan dari Kabupaten Asmat diterjunkan dari Agats ke Distrik Atsj dengan membawa cairan dan obat-obatan.

Dalam hal ini Kepolisian yang menerima laporan dari warga langsung menuju Pukesmas Atsj, kemudian  membantu dokter dan perawat Puskesmas Atsj memberikan pertolongan medis kepada korban keracunan, mengambil sampel makanan berupa nasi bungkus yang di konsumsi oleh para korban, mengambil data dan keterangan dari Panitia Penyelenggara dari Kabupaten Asmat, sementara itu dalam kasus ini Polres Asmat masih dalam Penyelidikan dan penyidikan tentang kasus tersebut.

Pasien yang telah mendapat penanganan dari dokter dibantu personil Polres Asmat dan Telah dinyatakan sembuh diperbolehkan Pulang kerumah.

"hingga saat ini korban keracunan makanan yang berjumlah 79 orang telah sembuh dan kembali ke rumah masing-masing, namun para dokter dan perawat serta dibantu personil Polres Amsat tetap stand by di Puskesmas Atsj untuk berjaga jaga jika para pasien kembali dan mengeluhkan hal yang sama," ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH.

Dari keterangan Panitia, makanan berupa nasi bungkus tersebut telah disiapkan sejak dari Sabtu pagi untuk dibawa ke acara Sosialisasi di Dsitrik Atsj yang berjarak 1.5 jam, perjalanan menggunakan speedboat dan berdasarkan keterangan dari korban keracunan, bahwa nasi bungkus yang diterima mereka umumnya dibawa pulang ke rumah dan makan setelah sampai di rumah. (HumasPolresAsmat)

Yosua Pandit Sembiring Melayat Boy Eluay

Posted: 24 Nov 2018 10:00 PM PST

Yosua Pandit Sembiring Melayat Boy Eluay
JAYAPURA, LELEMUKU.COM -  Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, S.I.P. melayat Alm. Boy Eluay di rumah duka Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada Selasa, (13/11).

Kedatangan Pangdam disambut oleh adik dari alm. Boy Eluay yaitu Yanto Eluay di rumah duka. Pangdam menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya alm. Boy Eluay. Almarhum merupakan sosok yang baik di masyarakat dan memiliki jiwa Nasionalisme tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. "Semoga amal baik almarhum diterima Allah dan yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan," ujar Pangdam.

Sementara itu Yanto Eluay mengatakan "saya mewakili keluarga dan alm. Kakak saya Boy eluay mengucapkan banyak terimakasih atas kedatangannya bapak Pangdam XVII/Cenderawaih yang telah berkenan mendoakan Almarhum kakak saya." Ungkap Yanto

Untuk rencana pemakaman menurut Yanto Eluay "Almarhum rencananya akan dimakamkan pada hari Kamis tanggal 15 November 2018 sekitar pukul 14.00 WIT selanjutnya akan dilaksanakan ibadah malam bersama pada hari Jumat dan Sabtu. Alm. Boy Eluay meninggal karena sakit yang di deritanya sudah cukup lama, hingga akhirnya tutup usia dalam perjalanan menuju RSUD Yowari," ujarnya

Dalam kegiatan tersebut Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, S.I.P. didampingi oleh Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih, Dandim 1701/Jayapura, dan Danramil 1701-01/Sentani. (Pendam17)

Pergantian Sekretaris Daerah Mimika Harus Melalui Mekanisme dan Aturan

Posted: 24 Nov 2018 07:46 PM PST

Pergantian Sekretaris Daerah Mimika Harus Melalui Mekanisme dan Aturan  TIMIKA, LELEMUKU.COM - Menanggapi pergantian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Ausilius You oleh Eltinus Omaleng, SE. MH, salah satu Tokoh masyarakat Mimika yang juga pernah menjabat sebagai Sekda pertama di Mimika, Athanasius Allo Rafra meminta kepada Bupati Omaleng agar melaksanakan pergantian Sekda sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

"Sekda di Kabupaten/Kota itu merupakan jabatan tertinggi dan ditunjuk melalui aturan begitu juga dimutasi juga melalui aturan, kata Allo saat ditemui di kediamannya di jalan Busiri, Kamis (22/11).

Hal ini dikatakannya, sebab jabatan sekda merupakan jangan paling vital atau sebagai motor penggerak dalam sebuah pemerintahan baik dalam program maupun anggaran sehingga pergantian. Dilain sisi pergantian Sekda tidak harus dilakukan sampai ada pemilihan sekda baru berdasarkan evaluasi.

Menurutnya, Sekda merupakan pejabat stryktural yang memiliki golongan tinggi di suatu Pemerintahan sehingga apabila dimutasi atau diganti harus melalui evaluasi.

"Pedomannya itu ada di UU no 23 tahun 2014 itu umum, kemudian untuk ASN ada juga aturan yang mengatur itu mulai mutasi jabatan dan lain sebagainya. Terkadang seorang kepala daerah lupa jika yang membuat pertanggung jawaban seperti keuangan, kepegawaian dan administrasi kalau dia diganti jika ada masalah dia tidak akan mau bertanggung jawab karena sudah diganti kok," terangnya.

Allo menjelaskan jabatan sekda harus dilakukan lelang mulai dari kesamaan dalam kepangkatan dan golongan, Senioritas dan lainnya sesuai aturan. Dan juga harus dibrntuk panitia seleksi untuk melakukan ujian seleksi.

"Sekda ini bukan jabatan melalui penunjukan lho itu tidak ada aturannya harus dililelang, dan terbuka. Dari propinsi lain boleh mau ikut seleksi jika Sekda di Mimika ini kosong. Tidak bisa lah datang-datang terus bilang besok ganti Sekda, karena itu ada aturan dan prosesnya dan harus diingat SK Sekda ini sekarang bukan dari Bupati atau Gubernur tapi dari Pusat," jelasnya.

Ia berharap, Pemkab Mimika tidak asal-asalan dalam melakukan mutasi pada jabatan Sekda. Belajar dari pengalaman dualisme sekda tahun lalu, sehingga dalam mengambil keputusan tidak tergesa-gesa dan menimbulkan berbagai tanggapan.

"Kan sudah pernah kemarin diganti akhirnya apa dikembalikan lagi toh karena tidak sesuai dengan aturan. saya menyesalkan kita sudah punya pengalan itu kenapa mau diulangi lagi,"harapnya. (Ricky Lodar)

Yosua Pandit Sembiring Beribadah di Jemaat GIDI Filadelfia Abepura

Posted: 24 Nov 2018 06:00 PM PST

Yosua Pandit Sembiring Beribadah di Jemaat GIDI Filadelfia Abepura
ABEPURA, LELEMUKU.COM - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, S.I.P., yang di dampingi beberapa Pejabat Kodam melaksanakan ibadah bersama umat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Filadelpia, Jalan Baru Kelurahan Wai Mhorock, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Minggu (18/11).

Kegiatan ibadah tersebut dipimpin oleh Pendeta Wainat Wandikbo dan diikuti sekitar 80 orang Jemaat.  Dalam sambutannya  Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, S.I.P., menghimbau kepada para pemuda untuk selalu mau belajar untuk meningkatkan prestasi dan pengalamannya untuk membangun Papua demi kesejahteraan masyarakat bersama.

Selanjutnya Pangdam mengatakan "Papua adalah tempat berkumpulnya berbagai Suku termasuk saya karena Tanah Papua adalah Tanah yang diberkati Tuhan dan Tanah yang kaya dan subur tidak perlu memerlukan pupuk dan  tidak memerlukan biaya lagi," jelas Pangdam.

Pada kesempatan tersebut Pangdam berharap dan berdoa agar Kita semua masyarakat Papua supaya tidak ada lagi perang Suku karena akhir dari perang Suku adalah tidak baik atau maksiat.

Di akhir sambutannya Pangdam berharap "Keberadaan miras kita harus membentengi diri sendiri dalam arti kata bahwa kalau memang kita tidak mau membeli miras tersebut maka dengan sendirinya miras akan tutup karena tidak ada pelanggannya," ungkap Pangdam.

Sementara itu ucapan terimakasih dari Badan pegurus Jemaat GIDI,  Veri Kogoya yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pangdam, keluarga dan staf Kodam XVII/Cenderawasih yang telah berkenan hadir bersama dengan jamaah gereja untuk melaksanakan ibadah minggu secara hikmat.

Ia juga menyampaikan bahwa kami disini menyoroti masalah miras yang beredar di Papua yang mana telah membunuh masyarakat Papua yang cukup banyak dan kami dari Jemaat GIDI Filadelpia sangat mengapresiasi program Gubernur Papua yang telah menerbitkan Perda tentang Miras dan pengamatan kami selama terbitnya Perda Miras sudah mengurangi angka kematian bagi masyarakat kami serta kami mengharapkan kerja sama dari pihak Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua dan Pemerintah untuk saling bekerja sama memberantas miras yang masih beredar di Papua.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Danrem 172/PWY, Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih, Kabintaldam XVII/Cenderawasih, Asops Kasdam XVII/Cenderawasih, Wakabintaldam XVII/Cenderawasih, dan Dandim 1701/Jayapura (Pendam17).

KNPI Siap Bantu Pemprov Rekrut Relawan PON XX 2020

Posted: 24 Nov 2018 02:00 PM PST

KNPI Siap Bantu Pemprov Rekrut Relawan PON XX 2020
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua menyatakan siap membantu pemerintah provinsi untuk merekrut ribuan relawan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020.

Tak sampai disitu, organisasi kepemudaan KNPI juga ingin memprioritaskan perekrutan kepada putra dan putri asli Papua untuk ditempatkan di lima klaster tempat penyelenggaraan PON.

 "Jika berkenan kami siap membantu pemerintah provinsi merekrut 9000 tenaga relawan guna mensukseskan penyelenggaraan PON XX pada 2020 di Bumi Cenderawasih. Sebab PON XX merupakan momentum bersejarah yang perlu ada keterlibatan pemuda Papua. Dalam artian, pemuda  Papua harus ikut berpartisipasi guna mensukseskan penyelenggaraannya," terang Ketua DPD KNPI Provinsi Papua Albertho G. Wanimbo, di Jayapura, kemarin.

Dia menilai saat ini pemuda Papua sudah siap untuk bersaing dengan daerah lainnya. Sehingga melalui momentum PON, diharapkan dapat menjadi agen perubahan pada segala bidang yang bakal mengawal semua program serta kebijakan pemerintah provinsi menuju suatu keberhasilan pembangunan.

"Sebab pemuda Papua saya nilai memiliki banyak potensi, hanya saja tidak banyak cukup ruang yang tersedia untuk memberdayakannya. Sehingga dengan adanya PON saya yakin dapat menjadi ajang bagi pemuda untuk menggali potensi diri".

"Contohnya dalam seni ukir dan lukis, potensi dan keterampilan yang dimiliki para pemuda Papua dapat direalisasikan menjadi cenderamata atau suvenir PON. Supaya bisa meningkatkan ekonominya,"ucap dia.

Sementara Gubernur Papua, Lukas Enembe mengapresiasi kenginan KNPI untuk terlibat dalam perekrutan relawan PON XX 2020. Sebab dirinya pun sangat mengharapkan para pemuda bumi cenderawasih dapat ikut terlibat dalam pelaksanaan PON XX 2020.

Oleh sebab itu, dalam menyambut PON dirinya mengimbau pemuda KNPI Papua dapat benar-benar menyiapkan dengan baik perekrutan pemuda yang akan terlibat dalam iven olahraga nasional tersebut. (DiskominfoPapua)

Allo Rafra Nilai Permasalahan Pendidikan Harus Ada Solusi

Posted: 24 Nov 2018 01:33 PM PST

TIMIKA, LELEMUKU.COM - Tokoh masyarakat di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Athanasius Allo Rafra mengatakan, anggaran Otonomi Khusus (Otsus) Papua bagi pendidikan sebesar 20% namun anggaran tersebut tidak bisa menyelesaikan persoalan di pendidikan di Timika bahkan menimbulkan banyak persoalan.

"Masalah pendidikan adalah masalah utama membangun SDM dan memiliki porsi 20 persen dari APBN, begitu juga esehatan yang memiliki porsi 15 persen dan kita bisa nilai sendiri apa yang terjadi pada pendidikan di Mimika," kata Allo ketika ditemui wartawan dikediamannya dijalan Busiri, Kamis (22/11).

Ia menjelaskan, yang saat ini menjadi pertanyaan  apakah anggaran otsus hanya diperuntukkan bagi program fisik berupa gedung sekolah dan fasilitas lain atau sudah termasuk hak-hak tenaga pengajar. Hal tersebut yang saat ini menjadi pertanyaan.

"Yang menjadi pertanyaan 20 persen dana persis untuk pendidikan itu apakah hanya untuk pembangunan fisik ataukah ditambah dengan gaji guru," jelasnya.

Menurutnya, apabila anggaran tersebut mengakomodir pembangunan fisik dan hak-hak tenaga pengajar kenapa masih ditemukan sejumlah persoalan yang tidak kunjung tuntas.

"Kalau seandainya ada kenapa sampai terjadi masalah untuk dunia pendidikan ini, kalau seandainya kita bilang dana 20 persen dan tidak tuntas itu yang dipertanyakan," terangnya.

Tidak hanya hak-hak guru yang menjadi masalah, tapi sejumlah permasalahan seperti ketiadaan sarana prasarana belajar, gedung sekolah yang sudah tidak layak untuk digunakan, ditambah dengan kurang minat belajar anak. Persoalan tersebut harus secepat direspon oleh Siddik dengan mencari formula yang baru untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Masalah pendidikan dari tahun ketahun menjadi masalah, sekolah kosong, bangunan sekolah mau rubuh guru tidak terima gaji, harus ada solusi dari setiap permasalahan pendidikan di Timika," ungkapnya (Ricky Lodar)

Koramil Kota Biak Gelar Latihan Gabungan Tanggap Bencana

Posted: 24 Nov 2018 01:28 PM PST

Koramil  Kota Biak Gelar Latihan Gabungan Tanggap Bencana
BIAK, LELEMUKU.COM - Komando Rayon Militer (Koramil) 01 Kota Biak melaksanakan kegiatan latihan peningkatan kemampuan kesiapsiagaan bencana alam bersama TNI-AL, Polres Biak, tim SAR dan masyarakat yang bertempat di Water Basis Pangkalan TNI AL, Kamis (22/11).

Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, dalam sambutannnya pada pembukaan latihan tersebut mengatakan, latihan ini merupakan latihan gabungan yang melibatkan potensi SAR seperti dari TNI AD, AL, Kepolisian dan instansi lainnya.

Pihaknya mengapresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam latihan SAR, baik dari para rescuer maupun personel dari instansi lainnya.

"Latihan ini untuk kesiapsiagaan bencana alam," kata Kapolres.

Kapolres uga menekankan beberapa hal yang perlu dicatat, bahwa melalui latihan ini telah diuji kesiapsiagaan dan pelayanan kepada masyarakat, dengan perhitungan waktu  respons time, targetnya adalah 15 menit, walaupun secara prosedur standard waktunya 30 menit sejak laporan kejadian diterima, dan dengan berjalannya latihan water rescue ini terlihat kemampuan sumberdaya personel Basarnas ataupun potensi SAR telah teruji untuk kerja sama dan koordinasinya.

"Dengan adanya latihan ini untuk menguji pelayanan kitak epada masyarakat, dalam latihan tersebut semua potensi yang ada untuk merespon adanya musibah," ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan latihan tersebut diantarnya Kapolsek Biak Kota AKP Ardi Demasjo, Danramil Biak Kota Mayor Cku (K) Patrisia Siante, Pasi Intel Angkatan Laut Mayor (L) Abdul Basir serta perwakilan dari Basarnas Biak, Yandi serta anggota Kodim 1708/BN.
Komandan Lantamal X Biak yang di Wakili Oleh Pasi Intel Mayor (L) Abdul Basir mengatakan Kegiatan Latihan SAR dan Evakuasi Medis ini pada hakekatnya adalah kegiatan kemanusiaan yang di jiwai oleh falsafah Pancasila dan merupakan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia.

Serta bertujuan meningkatkan kemampuan, kesiapan operasional  prajurit dan unsur-unsur Lantamal VII serta keterpaduan antar instansi terkait serta menguji doktrin dalam melaksanakan tugas operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di Laut meliputi pencarian, pemberian pertolongan dan penyelamatan jiwa manusia dari segala musibah, baik dalam Penerbangan, Pelayaran, maupun bencana lainnya.

"Apa yang dilakukan harus dijiwai, serta harus dipadukan dengan berbagai instansi dalam melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan  di laut," ungkapnya.

Pada latihan SAR yang di laksanakan kali ini meliputi materi latihan SAR laut terdiri dari pelajaran teori antara lain pengantar SAR dan filosofi SAR, prosedur dan teknik penyelenggaran SAR, organisasi SAR dan manajemen SAR, teknik maupun metode pertolongan dan penyelamatan korban di air, teknik pencarian korban dilaut, sistem komunikasi SAR, sarana prasarana dan peralatan SAR, peraturan dan ketentuan-ketentuan terkini mengenai SAR laut, standarisasi kemampuan personel maupun peralatan SAR laut serta komando dan kendali misi SAR.

"Ada 10 Latihan baik teori maupun praktek," ungkapnya. (Ricky Lodar)

Tergelincir Saat Patroli di Perbatasan RI-PNG, Seorang Prajurit Luka Tembak

Posted: 24 Nov 2018 11:39 AM PST

Tergelincir Saat Patroli di Perbatasan RI-PNG, Seorang Prajurit Luka Tembak
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif Para Raider 328/DRG, yang baru menempati Pos di Kampung Bewan Baru, Distrik Skopro, Arso Papua segera melaksanakan patroli dalam rangka pengecekan perbatasan terdekat dengan Pos sekaligus untuk orientasi medan

Pada Jumat (23/11) sekira pukul 06.30, Tim patroli kekuatan satu regu dipimpin oleh Sertu Parade bergerak dari Pos menyusuri jalan setapak menuju sasaran patok perbatasan RI-PNG. Cuaca gerimis dan kondisi medan cukup licin.

Sekira pukul 10.30, saat melintasi medan menanjak dengan kondisi tanah becek dan licin akibat hujan gerimis sejak semalam, tiba-tiba salah seorang anggota Patroli bernama Pratu Tambak tergelincir dan tampa sengaja jari tangannya menarik picu senjata yang sedang terisi. Senjata Pratu tambak meledak dan mengenai bahu kiri salah seorang temannya atas nama Pratu Bustomi.

Atas kejadian tersebut Sertu Parade selaku Komandan patroli segera laporan kepada Dansatgas menggunakan sarana komunikasi radio. Dansatgas kemudian laporan kepada Danrem 172/PWY selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) sekaligus minta bantuan hellycopter untuk evakuasi.

Pukul 14.30 helly tiba di TKP dan segera mengevakuasi korban ke Makodam XVII/Cenderawasi selanjutnya dievakuasi ke RS. Marthen Indey Jayapura dengan ambulance. (Ricky Lodar)